Wednesday, July 13, 2022

Aqiqah Keluarga Indonesia Sesuai Sunnah

Aqiqah atau bisa juga disebut dengan akikah merupakan salah satu syariat islam yang merupakan sebuah bentuk tindakan syukur kepada Allah karena karunia yang telah diberikanNya. Secara bahasa akikah berarti pemotongan atau pengorbanan kelahiran untuk menebus bayi yang telah lahir. Karena secara hakikat, semua bayi yang baru lahir masih tergadaikan.

Sehingga untuk menebusnya dilakukanlah aqiqah. Selain itu menurut Ubaid Ashmu’i dan Zamakhsyari, secara bahasa akikah berarti rambut yang tumbuh di atas kepala bayi sejak lahir sedangkan menurut Al-Khathabi aqiqah itu adalah nama kambing yang hendak disembelih untuk kepentingan bayi. Sehingga dari beberapa pernyataan tersebut akikah secara bahasa memiliki beberapa makna.

Hukum Dari Aqiqah Keluarga Indonesia

aqiqah keluarga indonesia

Hukum aqiqah sendiri terbagi menjadi tiga yang pertama para jumhur ulama menurut hadist adalah sunah muakadah bagi yang mampu, dan sebagian lainnya menyatakan wajib dan ada yang menolak. Yang mengatakan kalau Aqiqah itu sunnah ialah Imam Malik, Imam Syafi'i, Imam Ahmad dan Abu Tsaur. Sedangkan yang mengatakan wajib adalah Imam Hasan Al - Bashri, Al-Laits Ibnu Sa'ad dan yang lain.

Untuk yang menolak sendiri adalah pendapat ahli fiqih Hanafiah. Kenapa? Karena sudah turun kewajiban melakukan kurban, sehingga hukum akikah masuk ke mubah dan tidak wajib. Sebelumnya sudah disebutkan tentang kalau aqiqah keluarga indonesia itu Sunnah Muakadah dan Apa sih sunnah muakadah itu? Arti dari sunah muakkad ialah ditekankan untuk dilakukan dengan kata lain hampir mendekati wajib. Yaitu sunnah dan sangat dianjurkan.

Sehingga sangat dianjurkan sekali untuk melakukan aqiqah bagi setiap keluarga di indonesia yang memiliki anak baru lahir. Bagi sebagian orang mungkin merasa terbebani melakukan aqiqah karena ribet, harus beli kambing, panggil orang untuk menyembelih dan lain sebagainya. Padahal ada cara yang lebih mudah yaitu dengan menghubungi penyedia jasa aqiqah keluarga indonesia seperti Aqiqah Nurul Hayat.

Sehingga setiap keluarga indonesia yang hendak melakukan aqiqah tinggal melakukan pembayaran dan semua prosesnya akan dilakukan oleh Aqiqah Nurul Hayat itu sendiri. Tentunya prosesnya sesuai sunnah, seperti ketentuan memilih hewan yang dikurbankan itu seperti apa. Selain itu proses penyembelihan dan bahkan sampai proses memasak hewan qurban tersebut.

Dengan kemajuan teknologi seperti sekarang untu melakukan aqiqah bagi setiap keluarga indonesia itu sangat mudah. Sebagai Hamba Allah yang baik tentunya setiap keluarga wajib melakukan Aqiqah supaya keluarga tersebut di cap oleh Allah sebagai hamba yang bersyukur. Mengingat Allah pernah berfirman di Al Quran Surat Saba Ayat 13: "Dan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang bersyukur."

Maka dengan melakukan aqiqah baik itu dengan menyembelih hewan qurban itu sendiri atau memakai jasa aqiqah nurul hayat akan membuat kita semakin bersyukur pada Allah atas karunia Anak yang telah diberikan. Karena banyak sekali keluarga indonesia yang tidak di karuniai oleh Allah anak dan bahkan mereka rela mengeluarkan puluhan juta hanya untuk memiliki anak.

Entah itu dengan menempuh cara bayi tabung, ikhtiar sana sampai sini hingga hasilnya nihil. Bahkan ada yang sudah hamil lalu keguguran, padahal kelahirannya sudah sangat ditunggu-tunggu. Apalagi anak adalah aset paling berharga bagi orang tua. Mengeluarkan uang untuk beli jasa aqiqah keluarga indonesia seperti dari nurul hayat tentu tidak ada apa-apanya dibandingkan pahala yang akan di dapat nanti. 

anak Hari Keluarga Nasional

Apalagi kalau orang tua bisa mendidik sang anak dengan baik dan benar maka anak tersebut bisa menjadi pahala jariyah bagi orang tua.

Menurut hadist nabi yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA:

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

Artinya: "Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau doa anak yang sholeh." (HR Muslim).

fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān, Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan? Selain itu bersyukur dengan melakukan aqiqah seperti di Hari Keluarga Nasional bisa membuat kita mendapat berbagai macam nikmat dari Allah sesuai dengan firmannya di surat ibrahim ayat 7: "Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.”"

Kumpulan Hadist Aqiqah

Ada beberapa hadist yang membahas tentang aqiqah, berikut daftar hadist tersebut.

Hadits Riwayat Tirmidzi:

عَنْ يُوْسُفَ بْنِ مَاهَكٍ اَنَّهُمْ دَخَلُوْا عَلَى حَفْصَةَ بِنْتِ عَبْدِ الرَّحْمنِ فَسَأَلُوْهَا عَنِ اْلعَقِيْقَةِ، فَاَخْبَرَتْهُمْ اَنَّ عَائِشَةَ اَخْبَرَتْهَا اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص اَمَرَهُمْ عَنِ اْلغُلاَمِ شَاتَانِ مُكَافِئَتَانِ وَ عَنِ اْلجَارِيَةِ شَاةٌ. الترمذي

Dari Yusuf bin Mahak bahwasanya orang-orang datang kepada Hafshah binti ‘Abdur Rahman. Mereka menanyakan kepadanya tentang ‘Aqiqah. Maka Hafshah memberitahukan kepada mereka bahwasanya ‘Aisyah memberitahu kepadanya bahwa Rasulullah SAW telah memerintahkan para shahabat (agar menyembelih ‘Aqiqah) bagi anak laki-laki 2 ekor kambing yang sebanding dan untuk anak perempuan 1 ekor kambing. [HR. Tirmidzi juz 3, hal. 35, no. 1549].

Hadits Riwayat Bukhari:

عَنْ سَلْمَانَ بْنِ عَامِرٍ الضَّبِيّ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ ص يَقُوْلُ: مَعَ اْلغُلاَمِ عَقِيْقَةٌ فَاَهْرِيْقُوْا عَنْهُ دَمًا وَ اَمِيْطُوْا عَنْهُ اْلاَذَى. البخارى 6: 217

Dari Salman bin ‘Amir Adl-Dlabiy, ia berkata : Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Tiap-tiap anak itu ada ‘Aqiqahnya. Maka sembelihlah binatang ‘Aqiqah untuknya. Dan buanglah kotoran darinya (cukurlah rambutnya)“. [HR. Bukhari juz 6, hal. 217]

Hadits Riwayat Ahmad:

عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنْ اَبِيْهِ عَنْ جَدّهِ قَالَ، قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص مَنْ اَحَبَّ مِنْكُمْ اَنْ يَنْسُكَ عَنْ وَلَدِهِ فَلْيَفْعَلْ عَنِ اْلغُلاَمِ شَاتَانِ مُكَافِئَتَانِ وَ عَنِ اْلجَارِيَةِ شَاةٌ. احمد 2: 604، رقم: 2725

Dari ‘Amr bin Syu’aib dari ayahnya, dari kakeknya. Ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa berkehendak untuk meng’Aqiqahkan anaknya maka kerjakanlah. Untuk anak laki-laki dua ekor kambing yang sebanding dan untuk anak perempuan satu ekor kambing“. [HR. Ahmad juz 2, hal. 604, no. 2725]

Dalil-dalil Hadits Tentang Aqiqah Keluarga Indonesia

Hadits Riwayat Hakim:

عَنْ عَائِشَةَ رض قَالَتْ: عَقَّ رَسُوْلُ اللهِ ص عَنِ اْلحَسَنِ وَ اْلحُسَيْنِ يَوْمَ السَّابِعِ وَ سَمَّاهُمَا وَ اَمَرَ اَنْ يُمَاطَ عَنْ رُؤُوْسِهِمَا اْلاَذَى. الحاكم فى المستدرك 4: 264، رقم: 7588

Dari ‘Aisyah RA, ia berkata, “Rasulullah SAW pernah ber’Aqiqah untuk Hasan dan Husain pada hari ke-7 dari kelahirannya. Beliau memberi nama dan memerintahkan supaya dihilangkan kotoran dari kepalanya (dicukur)“. [HR. Hakim, dalam Al-Mustadrak juz 4, hal. 264, no. 7588]

Hadits Riwayat Abu Daud:

عَنْ سَمُرَةَ بْنِ جُنْدَبٍ اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: كُلُّ غُلاَمٍ رَهِيْنَةٌ بِعَقِيْقَتِهِ تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ سَابِعِهِ وَ يُحْلَقُ وَ يُسَمَّى. ابو داود 3: 106، رقم: 2838

Dari Samurah bin Jundab, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, “Tiap-tiap anak tergadai (tergantung) dengan ‘Aqiqahnya yang disembelih untuknya pada hari ke-7, di hari itu ia dicukur rambutnya dan diberi nama“. [HR. Abu Dawud juz 3, hal. 106, no. 2838]

Hadits Riwayat Ibnu Majah:

عَنْ سَمُرَةَ عَنِ النَّبِيّ ص قَالَ: كُلُّ غُلاَمٍ مُرْتَهَنٌ بِعَقِيْقَتِهِ. تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ السَّابِعِ وَ يُحْلَقُ رَأْسُهُ وَ يُسَمَّى. ابن ماجه 2: 1056، رقم: 3165

Dari Samurah, dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Setiap anak tergadai dengan ‘Aqiqahnya, yang disembelih untuknya pada hari ke-7, dicukur rambutnya, dan diberi nama”. [HR. Ibnu Majah juz 2, hal. 1056, no. 3165]

Hadits Riwayat Abu Dawud:

كُلُّ غُلاَمٍ رَهِينَةٌ بِعَقِيقَتِهِ تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ سَابِعِهِ وَيُحْلَقُ وَيُسَمَّيكُلُّ غُلاَمٍ رَهِينَةٌ بِعَقِيقَتِهِ تَذْ بَحُ عَنْهُ يَوْمَ سَابِعِهِ وَيُحْلَقُ وَيُسَمَّى

“Setiap bayi tergadai dengan Aqiqahnya, disembelihkan (kambing) untuknya pada hari ke tujuh, dicukur dan diberi nama” [HR Abu awud, no. 2838, at-Tirmidzi no. 1522, Ibnu Majah no. 3165 dll dari sahabat Samurah bin Jundub Radhiyallahu anhu. Hadits ini dishahihkan oleh al-Hakim dan disetujui oleh adz-Dzahabi, Syaikh al-Albani dan Syaikh Abu Ishaq al-Huwaini dalam kitab al-Insyirah Fi Adabin Nikah hlm. 97]

Ketentuan Aqiqah

Berdasarkan hadist akikah diatas maka bisa disimpulkan

  • Aqiqah sangat dianjurkan di hari ke 7
  • Minimal di hari ke 7 anak sudah memiliki nama dan dinamai
  • 2 Kambing untuk laki laki
  • 1 Kambing untuk perempuan

Di dalam islam, ada syariat yang mutlak. Yaitu yang waktunya itu tidak bisa ditawar dan diganti serta ada hal yang memang sudah ditentukan jumlahnya. Contohnya adalah ibadah haji, sholat 5 waktu, puasa ramadhan dan yang lainnya. Karena waktunya sudah mutlak maka hal tersebut tidak bisa diganti. Dan waktu paling tepat melakukan akikah adalah di hari ke 7 setelah lahiran.

Kalau lewat bagaimana? Tidak apa-apa, namun yang paling mulia adalah dilakukan di hari ke 7. Kalau lewat bisa dilakukan di hari ke 14, kalau lewat lagi di hari ke 21 yaitu kelipatan 7. Namun kalau memang masih terlewat lagi, ya sesuai kemampuan.  Apakah boleh akikah selain kambing? Seperti akikah sapi atau unta? Tentu saja boleh. Namun alangkah baiknya tetap kambing karena mengikuti sunnah rasul dan hadistnya sendiri menyebutkan kambing. 

Selain itu ada syariat juga yang jumlahnya mutlak, seperti jumlah rakaat ketika shalat.  Dimana jumlah ini tidak bisa diganti ataupun dikurangi. Jadi bila ada yang punya pertanyaan Apakah boleh aqiqah dengan 1 ekor kambing untuk anak laki-laki? Sangat boleh, karena agama islam itu tidak memberatkan. Bahkan Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam pernah melakukan aqiqah 1 ekor kambing untuk hasan dan satunya lagi untuk husein.

Dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata,

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَقَّ عَنِ الْحَسَنِ وَالْحُسَيْنِ كَبْشًا كَبْشًا.

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengakikahi Al Hasan dan Al Husain, masing-masing satu ekor gibas (domba).” (HR. Abu Daud no. 2841. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih. Akan tetapi riwayat yang menyatakan dengan dua kambing, itu yang lebih shahih)

Namun dalam riwayat An Nasai lafazhnya

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ عَقَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الْحَسَنِ وَالْحُسَيْنِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا بِكَبْشَيْنِ كَبْشَيْنِ

Dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengakikahi Al Hasan dan Al Husain, masing-masing dua ekor gibas (domba).” (HR. An Nasai no. 4219. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadit ini shahih)

Hanya saja, anjurannya adalah wajib dua untuk yang mampu dan memiliki rejeki lebih.

Harga Kambing Aqiqah

  • Jantan : Rp 3.700.000
  • Betina : Rp 2.850.000

Itu adalah harga kambing aqiqah keluarga indonesia dari Aqiqah Nurul Hayat. Untuk harga kambing aqiqah itu sebenarnya sama dengan harga kambing kurban, yang pasarannya adalah Rp 1,4 juta sampai paling mahal Rp 3,5 juta dan itu untuk harga kambing saja tanpa dimasak.

Harga kambing seperti ini biasanya bisa naik dan turun, umumnya di hari khusus seperti Hari Keluarga Nasional. Untuk minimal umur kambing aqiqah sendiri adalah 6 bulan, jadi kalau tidak punya uang lebih namun tetap ingin melakukan aqiqah maka bisa membeli kambing yang berumur minimal 6 bulan dimana harganya masih murah sekitar Rp 800.000 sampai Rp 1.200.000.

Hal lain yang perlu diperhatikan dari aqiqah keluarga indonesia ini adalah tidak harus kambingnya itu dibagikan dalam bentuk sudah dimasak. Bisa saja dibagikan dalam bentuk mentah karena pada dasarnya syariat akikah adalah penyembelihan hewan kurban itu sendiri.

Contoh Makanan Aqiqah Nurul Hayat

paket aqiqah nurul hayat

Ceramah Lengkap Mengenai Aqiqah


Yap, itulah dia sedikit pembahasan mengenai aqiqah keluarga indonesia sebuah tulisan yang sebenarnya sangat pas dipublikasikan di hari keluarga nasional. Yaitu pada 29 juni kemarin, namun lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Semoga tulisan ini bisa membantu dan mohon maaf apabila ada kesalahan kata dan tulisan, wallahu a'lam bishawab.