Sep 19, 2022

Apa Itu Enkripsi? Yuk Simak Penjelasan dan Cara Kerjanya

Walaupun sering melihat dan juga mendengarnya, namun ternyata masih banyak orang yang belum tahu apa itu enkripsi. Ya, bisa dibilang banyak orang yang tidak terlalu peduli dengan arti dari istilah keamanan data yang satu ini.

Padahal, ternyata keberadaan sistem keamanan berbasis SSL Indonesia yang satu ini sangat penting, karena memungkinkan data yang kamu kirim dan terima tidak dapat dibaca oleh pihak ketiga. Dengan ini, maka kejahatan terkait pencurian dan kebocoran data bisa diantisipasi.

Apa Itu Enkripsi?

penjelasan Apa Itu Enkripsi

Enkripsi sendiri diambil dari kata encrypt, yang berarti cara untuk mengacak sebuah data. Sehingga informasi yang termuat di dalam data tersebut hanya dapat dibaca dan diketahui oleh pihak-pihak yang mempunyai akses saja.

Baca juga:

Jika dilihat secara teknis, maksud dari enkripsi yakni proses konversi teks biasa yang bisa dibaca manusia, menjadi suatu jenis teks yang tidak dapat dibaca serta dimengerti. Teks atau data yang dienkripsi, dinamakan ciphertext.

Dari sini sebenarnya kita sudah bisa menyimpulkan enkripsi itu buat apa. Jadi, tujuan dari adanya proses enkripsi adalah untuk melakukan pencegahan terhadap penyadapan atau peretasan data oleh pihak ketika pada saat data tersebut dibagikan.

Pada saat ada pihak ketiga yang mencoba menyadap data tersebut, maka yang mereka lihat hanyalah teks random yang tidak dapat dibaca. Dibutuhkan yang namanya cryptographic key untuk bisa membaca dan memahami teks tersebut.

Sementara untuk cryptographic key sendiri merupakan karakter-karakter dalam algoritma enkripsi yang bertugas untuk mengacak teks jadi random. Semakin kompleks enkripsi yang diterapkan pada file, maka semakin sulit pula pihak ketiga untuk membacanya.

Cara Kerja Enkripsi

Jika kamu sudah paham terkait apa itu enkripsi dari informasi di atas, kini saatnya kita membahas cara kerjanya. Sebenarnya proses yang harus dilakukan memang sangat rumit, namun di bawah ini akan dijelaskan secara garis besarnya saja.

Jadi, sebelum dilakukannya enkripsi, hal pertama yang perlu dilakukan adalah menentukan sandi atau cipher yang akan digunakan untuk menyembunyikan tulisan asli yang termuat dalam suatu teks. Kemudian, tentukan variabel yang akan digunakan sebagai cipher.

1. Cipher simetris (symmetric cipher)

Dalam sistem enkripsi, cipher simetris merupakan variabel yang bekerja dengan menggunakan single key. Terkadang, jenis cipher yang satu ini juga disebut dengan istilah shared secret maupun secret key encryption.

Untuk tipe cipher simetris ini, pihak pengirim alias sistem komputer yang bertugas untuk melakukan proses enkripsi perlu membagikan kunci rahasianya kepada semua pihak yang berwajib agar teksnya bisa mereka bongkar atau decrypt.

Advanced Encryption Standard (AES) merupakan salah satu model cipher simetris yang paling banyak digunakan. Bahkan, cipher tersebut juga digunakan oleh pemerintah Amerika Serikat dalam melindungi berbagai macam informasi rahasia miliki negara yang tentunya sangat penting.

2. Cipher asimetris (asymmetric cipher)

Cipher asimetris adalah jenis atau variabel cipher yang menggunakan dua kunci yang saling terhubung antara satu sama lain. Cipher yang satu ini juga memiliki nama lain yakni public key encryption. Pada umumnya, kunci tersebut dibuat dengan bilangan prima.

Hal ini karena bilangan prima sendiri dinilai mampu memberi perlindungan yang lebih kuat pada teks dan juga data. Algoritma yang kerap digunakan untuk untuk jenis enkripsi ini, adalah model Rivest-Shamir-Adleman (RSA).

Baca juga : Hosting murah gratis SSL

Penggunaan Enkripsi

Pentingnya cyber-security di era modern seperti saat ini, menjadikan enkripsi sebagai salah satu proses yang sangat penting. Nah, dalam kehidupan sehari-hari, proses enkripsi ini memiliki beberapa kegunaan sebagaimana berikut ini.

1. Enkripsi data

Sesuai dengan namanya, enkripsi data merupakan teknologi untuk melindungi informasi dalam database, backup server, dan juga data warehouse. Khusus untuk data yang jumlahnya besar, diperlukan peranan seorang security engineer agar keamanan terkait pengguna teknologi enkripsi bisa tetap dipertahankan.

2. Enkripsi file

Selain untuk data, enkripsi juga dapat digunakan untuk mengamankan suatu file tertentu. Terdapat software khusus yang mampu membantu untuk menjaga keamanan file dan juga folder, dari serangan para hacker yang mencoba meretas data penting milikmu.

3. Enkripsi perpesanan

Seperti yang sudah diketahui, jika aplikasi perpesanan seperti Telegram, WhatsApp, dan lain sebagainya, juga telah menggunakan teknologi keamanan yang satu ini. Hal ini karena pesan dan informasi yang disampaikan rawan akan serangan hacker.

4. Enkripsi endpoint

Enkripsi endpoint, merupakan bentuk perlindungan untuk sistem operasi dari serangan corrupt boot files dan juga keylogger yang bisa saja mengakses data-data penting milikmu tanpa izin terlebih dahulu. Jenis enkripsi ini sering digunakan untuk server, tablet, smartphone, laptop, dan lain sebagainya.

Sampai di sini, tentu saja kamu sudah paham apa itu enkripsi, cara kerja enkripsi, dan juga penggunaannya? Teknologi ini memang terlihat cukup sederhana, namun ternyata peranannya dalam mengamankan data dan juga file milik pengguna sangatlah dibutuhkan.